Resistensi Kelompok Samin terhadap Modernitas di Era Revolusi Industri 4.0: Tinjauan Perubahan Sosial di Desa Baturejo
Pendahuluan
Perubahan sosial adalah fenomena yang tak terhindarkan di tengah perkembangan zaman, terutama dengan munculnya Revolusi Industri 4.0 yang membawa kemajuan teknologi pesat. Namun, tidak semua kelompok masyarakat menerima perubahan tersebut secara mudah. Kelompok Samin di Desa Baturejo, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, merupakan salah satu komunitas adat tradisional yang menunjukkan resistensi terhadap modernitas ini. Artikel ini mengkaji unsur-unsur perubahan sosial yang terjadi, mulai dari bidang perubahan, aktor yang terlibat, proses, dampak, hingga solusi yang diterapkan dalam menghadapi transformasi sosial budaya dan ekonomi yang terjadi.
Pembahasan
Bidang Perubahan
Perubahan yang terjadi mencakup bidang teknologi dan sosial budaya. Munculnya pabrik semen sebagai bagian dari Revolusi Industri 4.0 dan modernisasi membawa dampak pembangunan fisik serta perubahan dalam pola hidup masyarakat, pendidikan, dan administrasi kependudukan.
Lokasi dan Waktu
Penelitian dan observasi berlangsung di Desa Baturejo, Kabupaten Pati, pada periode 2018-2020 dengan latar belakang sejarah kelompok Samin yang sudah ada sejak masa kolonial (circa 1890). Konflik pembangunan pabrik semen yang menjadi fokus utama terjadi pada 2013-2016.
Aktor dan Kelompok Sasaran
Beberapa aktor utama meliputi kelompok Samin yang sebagian besar mempertahankan nilai tradisional, pemerintah daerah yang mendorong pembangunan, tokoh dan tetua adat sebagai penjaga budaya, serta masyarakat luas yang memiliki sikap beragam terhadap modernitas. Kelompok Samin sendiri menjadi sasaran utama intervensi sosial, ekonomi, dan budaya.
Sumber Daya yang Terlibat
Sumber daya alam Gunung Kendeng dan sumber air sekitar menjadi objek konflik karena pembangunan pabrik semen dipandang merusak lingkungan. Sumber daya manusia mulai dari tokoh adat, aparat pemerintah, hingga masyarakat pro dan kontra modernisasi serta teknologi dan dana kompensasi turut mempengaruhi dinamika perubahan.
Proses Terjadinya Perubahan Sosial
Globalisasi dan penetrasi teknologi modern memicu perubahan sosial di Desa Baturejo. Pemerintah mengizinkan pembangunan pabrik semen dan meningkatkan pengadministrasian modern, yang kemudian menimbulkan resistensi dari kelompok Samin yang memegang teguh kearifan lokal dan nilai lingkungan. Konflik sosial muncul dalam bentuk horisontal dan vertikal, namun akhirnya diselesaikan melalui jalur hukum dan mediasi.
Siapa yang Untung dan Siapa yang Rugi
Pemerintah dan kelompok Samin yang menerima modernisasi mendapat keuntungan berupa pertumbuhan ekonomi dan kompensasi, sedangkan kelompok yang menolak menderita kerugian berupa pengikisan budaya, kehilangan sumber air, dan kerusakan lingkungan.
Dampak Perubahan
Dampak positif yang muncul adalah peningkatan pendidikan dan pengakuan hak masyarakat adat melalui proses hukum. Sebaliknya, dampak negatifnya meliputi kerusakan lingkungan, hilangnya nilai budaya lokal, dan konflik sosial di antara masyarakat Samin itu sendiri.
Solusi yang Diterapkan
Penyelesaian konflik dilakukan melalui mediasi hukum yang melibatkan pihak ketiga, dengan pendekatan yang menitikberatkan pada dialog, penghormatan atas kearifan lokal, serta penerimaan kemajuan yang membawa manfaat ekonomi dan sosial. Kompensasi serta peningkatan pendidikan menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara tradisi dan modernitas.
Penutup
Kasus resistensi kelompok Samin terhadap modernitas Revolusi Industri 4.0 menggambarkan kompleksitas perubahan sosial yang dipengaruhi oleh teknologi dan pembangunan industri. Pentingnya dialog, penghormatan pada nilai budaya adat, dan perlindungan lingkungan menjadi kunci dalam menghadapi transformasi sosial. Masyarakat adat dan pemerintah perlu bekerja sama untuk menciptakan perubahan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan demi kemajuan bersama.
Sumber Berkas
Analisis berdasarkan dokumen penelitian mengenai resistensi kelompok Samin terhadap pembangunan pabrik semen dan modernisasi di Desa Baturejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, tahun 2018-2020.
